Mewaspadai Ponsel Dengan Radiasi Tinggi Beredar Di Indonesia

PONSEL BERADIASI TINGGI

Specific Absorption Rate atau di singkat SAR adalah sebuah Laju penyerapan spesifik yang merupakan satuan ukuran dari jumlah energi frekuensi radio yang diserap tubuh di saat kita sedang menggunakan telepon seluler. Walaupun SAR ditetapkan sebagai level daya tertinggi yang diizinkan dalam kondisi laboratorium, level SAR yang sebenarnya adalah ketika saat ponsel digunakan dapat jauh di bawah level nilai ini. Di Indonesia  Banyak di antara kita yang sudah mendengar istilah RADIASI PONSEL , akan tetapi belum ada sebuah regulasi atau pernyataan secara resmi dari pihak terkait akan hal ini . Sedangkan Untuk lulus sertifikasi FCC dan bisa dijual di Amerika Serikat, sebuah ponsel tidak boleh melebihi Specific Absorption Rate (SAR) maksimum, atau tingkat SAR harus kurang dari 1,6 watt per kilogram .Seperti di kutip dari CNET.COM yang telah meninjau ponsel lebih dari 10 tahun yang lalu, dan telah melacak SAR dari setiap handset yang ditinjau hingga mendapatkan sebuah kesimpulan untuk memperbarui daftar dari 20 ponsel dengan tingkat tertinggi SAR dan 20 ponsel dengan level SAR rendah dalam waktu dekat ini .



Seperti di kutip dari CANCER.GOV berikut beberapa poin pasti tentang terjadinya radiasi pada ponsel :
  • Ponsel memancarkan energi frekuensi radio, sebuah bentuk radiasi elektromagnetik non-pengion, yang dapat diserap oleh jaringan terdekat dengan tempat telepon diadakan.
  • Jumlah energi radiofrekuensi pengguna ponsel yang terkena tergantung pada teknologi telepon, jarak antara antena telepon dan pengguna, tingkat dan jenis penggunaan, dan jarak pengguna dari menara ponsel.
  • Studi sejauh ini belum menunjukkan hubungan yang konsisten antara penggunaan ponsel dan kanker otak, saraf, atau jaringan lain dari kepala atau leher. Penelitian lebih lanjut diperlukan karena teknologi ponsel dan bagaimana orang menggunakan ponsel telah berubah dengan cepat.
Sebuah Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC), komponen dari Organisasi Kesehatan Dunia, baru-baru ini diklasifikasikan bidang frekuensi radio sebagai "mungkin karsinogenik bagi manusia," berdasarkan bukti terbatas dari studi manusia, bukti terbatas dari penelitian terhadap energi frekuensi radio dan kanker di tikus, dan bukti mekanistik lemah (dari penelitian terhadap genotoxicity, efek pada fungsi sistem kekebalan tubuh , gen dan ekspresi protein , sel sinyal, stres oksidatif , dan apoptosis , bersama dengan studi tentang kemungkinan efek energi frekuensi radio pada penghalang darah-otak ).
Indikasi bahaya radiasi SAR pada handphone masih dianggap lelucon oleh pemerintah kita , kemudahan transaksi importir elektronik membuat aturan ini semakin memperburuk keadaan . Coba kamu pikirkan tentang hal ini , dan buatlah kesimpulan apa yang terjadi apabila pasar bebas yang sekarang ini menjadi dunia bisnis alternatif justru akan membahayakan nyawa warga negara kita . Sedangkan hasil akhir hanyalah data data yang terkumpul dari para korban ?.Semoga kamu lebih kreatif dalam memilih ponsel sebagai alternatif berkomunikasi kamu di saat persaingan bisnis elektronik khusunya ponsel sedang berlomba lomba untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk mereka ,Namun jangan sampai kita terjebak dalam uji pasar prodak yang pada kenyataannya merugikan kita semua . Teliti sebelum membeli maupun memakai dan SALAM KREATIF .




0 Response to "Mewaspadai Ponsel Dengan Radiasi Tinggi Beredar Di Indonesia"

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjungan Anda. Mohon untuk berkomentar dengan sopan, tidak mengandung kalimat yang berbau kekerasan atau kriminal dan melampirkan LINK url, Apabila ketentuan tersebut terjadi, maka akan kami hapus. Semua komentar tidak langsung terbit, sebab kami sesuaikan sesuai tema posting dan pertanyaan, kemudian akan di publikasikan berikut jawabannya. Salam Kreatif